Solid Gold Berjangka Makassar | Laju Minyak Kian Menguat Menyusul Ultimatum Trump

 Solid Gold Berjangka Makassar - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul berita peningkatan aktivitas kilang di Venezuela yang berpotensi mendorong peningkatan pasokan minyak dari negara Amerika selatan itu. Meski demikian, ketegangan antara AS dengan Iran yang makin meningkat memicu kehawatiran akan potensi perang baru di wilayah Timur Tengah.

Kilang-kilang minyak Venezuela, yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara PDVSA, dilaporkan telah beroperasi sekitar 35% dari kapasitas terpasangnya sebesar 1,29 juta bph, ungkap sumber pekerja di fasilitas tersebut pada hari Kamis. Produksi minyak negara Amerika Selatan itu telah pulih menjadi sekitar 1 juta bph bulan ini, sehingga dengan meningkatnya kapasitas pemrosesan kilang akan turut mendorong peningkatan output minyak Venezuela lebih lanjut.

Sementara itu, kekhawatiran akan terjadinya perang AS dan Iran terus meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis melontarkan ancaman bahwa hal-hal yang sangat buruk akan terjadi, jika Iran tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dalam tenggat waktu 10 hingga 15 hari kedepan. Ultimatum Trump itu muncul tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan balasan keras jika Iran melakukan kesalahan dan melakukan penyerangan.

Menanggapi ancaman ultimatum Trump, Iran mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Kamis bahwa Teheran akan mempertimbangkan pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu sebagai target yang sah jika menghadapi agresi militer. Di hari yang sama, Iran dilaporkan melakukan latihan angkatan laut bersama dengan Rusia di Teluk Oman, yang menjadi jalur penting lalu lintas kapal tanker minyak global, menurut sebuah kantor berita lokal, tepat beberapa hari setelah Iran menutup sementara Selat Hormuz untuk latihan militer.

Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 9 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Februari, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2 juta barel, dan sekaligus menandai penurunan terbesar dalam lima bulan. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 3 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 300 ribu barel. Laporan stok EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

Comments

Popular posts from this blog

Solid Gold Makassar | Kekuatan Perak Mendekati Rekor Tertinggi Seiring Memburuknya Tekanan Pasar London

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik Tipis, Investor Pantau Negosiasi Dagang dan Ketidakpastian Fiskal AS

SOLID GOLD | Sambut Indonesia Emas 2045